✕HoaxIndonesian

[SALAH] Video "Sholat Jum'atan di China Menjadi Lautan Manusia, Orang Islam di Wuhan Tidak Satupun yang Kena Virus Corona"

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

Bukan salat Jumat, tapi salat Idul Fitri. Video itu sudah ada sejak tahun 2018. Jauh sebelum saat pertama kali virus Corona Covid-19 pada Desember 2019. Selain itu, salah satu pasien Covid19 di Wuhan adalah Mr.

What the fact-checkers found

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu adalah salat Jumat di China dan orang Islam di Wuhan tidak satupun kena virus Corona Covid-19 adalah klaim yang salah. Kegiatan dalam video itu bukanlah salat Jumat, melainkan salat Idul Fitri. Video itu sudah ada sejak tahun 2018. Jauh sebelum saat pertama kali virus Corona Covid-19 pada Desember 2019. Selain itu, salah satu pasien Covid-19 di Wuhan adalah Mr. Ye, seorang muslim dari Provinsi Qinghai. Berikut penjelasan lengkap periksa faktanya: 1.

Video Video itu sudah diunggah ke internet sejak tahun 2018. Tepatnya diunggah oleh kanal Youtube Hijau 19 pada 14 Juli 2018 dengan judul “Tumpah Ruah dan Rapih – Islam di China Shalat Idul Fitri di China". Tidak ada keterangan waktu kapan video itu direkam. Namun dari salah satu adegan dalam video di menit ke 1:09, terdapat papan petunjuk jalan yang tertulis “Don Guan Muslim Grand Mosque" atau yang jika diterjemahkan menjadi “Masjid Besar Dongguan".

Masjid Dongguan ini adalah sebuah masjid di Xining, provinsi Qinghai, Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini selaras dengan tulisan “QinHai, XiNing" pada menit 0:41 video itu. Masjid ini dibangun pada abad ke-14 dan memiliki lengkungan putih warna-warni di sepanjang bagian luar gedung yang luas. Ia memiliki kubah hijau dan putih dan dua menara tinggi 2.

Pasien Covid-19 Terkait klaim tidak adanya orang Islam di Wuhan yang terkena virus Corona Covid-19, klaim ini tidak benar, karena ada salah satu pasien bernama Mr. Ye yang merupakan mslim etnis Hui berasal dari Provinsi Qinghai dirawat di salah satu Rumah Sakit darurat di Wuhan. Pasien atas nama Mr. Ye ini muncul di video dokumenter berjudul “The lockdown: One month in Wuhan" yang diunggah oleh kanal Youtube CGTN pada 28 Februari 2020. Mr.

Ye muncul di menit ke 18:20 di video itu. Narator video itu mengatakan, karena kemiripan baju pelindung, seorang pasien mengira reporter CGTN adalah dokter untuknya. Mr. Ye mengucapkan “terima kasih, Dokter" kepada reporter CGTN, yang menjawab bahwa dia bukanlah dokter, melainkan seorang reporter dan memberi tahu Mr. Ye agar berterima kasih kepada pada dokter di sana. Narator video kemudian mengatakan bahwa Mr. Ye adalah sorang muslim yang berasal dari Provinsi Qinhai. Mr.

Ye terinfeksi Covid-19 selama perjalanan ke Wuhan. Selanjutnya, Mr. Ye menjelaskan bahwa paramedis di rumah sakit itu setiap hari memberikan makanan halal padanya. Lalu Mr. Ye juga menyatakan bahwa ia tidak perlu membayar untuk makanan halal dan perawatan di rumah sakit itu. Referensi: https://www.youtube.com/watch?v=mayFmRcSbio https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Dongguan https://www.youtube.com/watch?v=XU9FVqwO4TM

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →