[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Judul artikel Kompasinfo (k0mpasinf0[dot]blogspot.com), adalah pelintiran berita yang dikabarkan situs CNN Indonesia yang berjudul, Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia. Situs k0mpasinf0[dot]blogspot.com bukanlah media yang kredibel.
Salah satu sumber : http://web.archive[dot]org/web/20190617032009/ https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2304027486524025&set=a.17378785064722… – Akun Zainuddin Zay ( facebook.com/zainuddin.zay.988 ) – Sudah dibagikan 14 kali saat tangkapan layar diambil.
Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, situs Kompasinfo, k0mpasinf0.blogspot.com kini tak lagi bisa diakses. Kompasinfo, yang memuat artikel berjudul, Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia pada 30 Oktober 2018, bukanlah media yang kredibel.
Benarkah Menko Polhukam Wiranto mengeluarkan kata-kata seperti yang dimuat Kompasinfo?
Merespon kabar di media sosial, pada 12 Juni 2019, situs Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memuat artikel berjudul, [DISINFORMASI] Memanas!! Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia.
Berikut penjelasannya:
Beredar di media sosial sebuah screenshot dari Kompasinfo (blogspot) yang memuat berita kontroversial berjudul “Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia”. Artikel tersebut memberikan kutipan disertai foto Wiranto dengan tulisan “Wiranto: Lebih mencintai bendera berkalimat tauhid itu kan sudah menduakan merah putih”.
Berdasarkan penelusuran, berita yang disebarkan oleh Kompasinfo tersebut menyalin berita dari CNN berjudul “Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia”. Berita rilisan CNN tersebut membahas mengenai tanggapan Wiranto usai kejadian penurunan bendera Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera tauhid di DPRD Poso. Wiranto menyebut tindakan tersebut merupakan tindakan menduakan bendera merah putih. Oleh Kompasinfo (blogspot), pernyataan tersebut dipelintir dan dijadikan judul serta kutipan pernyataan dari Wiranto yang berbeda dengan konteks sebenarnya seperti yang ditampilkan pada CNN.
Artikel yang dimuat di Kompasinfo adalah pelintiran dari artikel berjudul, Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia yang dimuat situs CNN Indonesia.
Berikut isi lengkap artikel tersebut:
Surabaya, CNN Indonesia — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Wiranto menyebut tindakan pengibaran bendera bertuliskan tauhid di DPRD Poso beberapa waktu lalu adalah tindakan yang melecehkan ideologi Pancasila.
Wiranto bahkan menyebut pengibaran bendera berwarna hitam dengan tulisan putih mirip lambang HTI tersebut merupakan tindakan menduakan bendera merah putih.
“Ya enggak boleh. Itu kan sudah menduakan merah putih. Menduakan Pancasila,” kata Wiranti usai memberikan sambutan dalam Sosialisasi Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara di Hotel Utami, Surabaya, Senin (29/10).
Orang-orang yang mengibarkan bendera itu, kata Wiranto, mereka telah menyebarkan paham-paham terlarang yang anti Pancasila. Oleh sebabnya, ia pun meminta pihak-pihak tersebut untuk segera angkat kaki dari Indonesia.
Menurutnya, tak ada tempat di belahan Indonesia mana pun bagi para penganut ideologi anti Pancasila. Wiranto pun meminta para pengikut paham ini untuk mencari negara lain yang sesuai ideologinya.
“Kalau mau kibarkan lagi ya silahkan sana cari tempat lain yang bisa menoleransi. Orang yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila ya jangan merusak, pergi saja dari Indonesia bikin saja tempat lain sana yang sesuai dengan ideologinya,” ujar Wiranto.
Bagi dia, tindakan-tindakan tersebut dapat mengancam kedaulatan NKRI. Padahal, Wiranto mengatakan Pancasila tak bisa dipisahkan dengan NKRI.
Keduanya merupakan harga mati yang harus dibela. Paduan keduanya, disebut Wiranto, selama ini telah menghasilkan banyak kebaikan bagi bangsa.
“Pembangunan sudah on the right track menuju adil makmur, pembangunan daerah pinggiran sudah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia, untuk menuju adil makmur belum selesai memang tapi menuju ke sana sudah jelas,” kata Wiranto.
Wiranto juga mengingatkan, ancaman bagi NKRI tak hanya datang dari dalam negeri, ada pula ancaman dari pihak luar. Misalnya saja soal ancaman narkoba, radikalisme hingga terorisme.
Ia juga menyebut Indonesia kini tengah menghadapi ancaman baru melalui dunia siber, seperti penyebaran hoaks atau informasi bohong, serta ujaran kebencian.
Wiranto beranggapan upaya menangkal hal tersebut bukan hanya tugas pemerintah, melainkan sangat diperlukan juga bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia.
“Dalam undang-undang dasar sudah disebutkan bahwa semua warga negara punya kewajiban yang sama tentang pembelaan negara,” kata Wiranto.
Sebelumnya, Jumat (26/10) sebuah insiden terjadi di DPRD Poso, hal itu diawali dengan penurunan bendera Indonesia yang kemudian digantikan dengan pengibaran bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.
Kesimpulan:
Judul artikel Kompasinfo (k0mpasinf0.blogspot.com), Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia, adalah pelintiran berita yang dikabarkan situs CNN Indonesia yang berjudul, Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia.
Tak ada bukti yang menguatkan apa yang ditulis Kompasinfo terkait pernyataan Wiranto yang, ‘meminta pihak yang lebih mencintai kalimat Tauhid segera angkat kaki dari Indonesia.’
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] Pernyataan Pihak Kepolisian Terkait Acara Peringatan 4 tahunan Jemaah Khilafatul Muslimin yang akan Diadakan di Masjid Akbar Kemayoran
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, membenarkan soal selebaran itu. Tapi menurutnya, pengurus Masjid Akbar sudah menolak acara tersebut.
[SALAH] “Di Markas PBB cuma bendera saudi yg tidak pernah turun setengah tiang”
Yang disebut “Markas PBB” sebenarnya adalah gedung “Central Plaza” yang terletak di Hong Kong, tidak termasuk gedung-gedung yang dijadikan markas oleh PBB.
[DISINFORMASI] Keluarga Mayit menutup Tulisan Tauhid karena Persekusi BANSER
Tribrata News Polda Sulawesi Barat @ 29 November 2017: “Aiptu Ismail Bantu Angkat Keranda Jenazah Warganya”, salah satu situs yang fotonya digunakan oleh post sumber.
[KLARIFIKASI] Foto Pemakaman Gus Dur yang Digunakan di tulisan “PENGAKUAN YANG TERTUNDA”
Foto ke lima yang digunakan di post-post tersebut adalah foto pemakaman Gus Dur.