Tekan Hoaks Bom Surabaya, Warga Diimbau Cek Fakta
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Dedy Permadi, pengamat digital sekaligus Ketua Umum Gerakan #Siberkreasi menyebut bahwa saat ini platform pengecekan fakta yang ada masih belum bisa menandingi kecepatan produksi dan penyebaran hoaks.
Hal ini disampaikan Dedy saat ditanyai terkait maraknya berita hoaks yang menyebar di platform media sosial dan layanan perpesanan pasca terjadinya ledakan bom di Surabaya, Minggu (13/5).
“[Warga] bisa menggunakan platform stophoax.id. [Tapi,] kalau mengandalkan platform checker yang disediakan pemerintah tidak akan secepat penyebaran hoaks itu sendiri,” tuturnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.
“Sebab hoaks bisa menyebar tiap detik, sementara tim perlu waktu untuk melakukan klarifikasi […] Meski demikian pemerintah akan tetap mengupayakan,” tuturnya lagi.
Untuk itu, menurut Dedy, cara tercepat adalah dengan melakukan pengecekan informasi yang diterima secara mandiri. Ia mengimbau agar masyarakat jangan terlalu cepat membagi informasi yang diterimanya. Sebaiknya dilakukan pengecekan fakta terlebih dulu ke media atau ke situs resmi pemerintah.
“Kalau dapat berita jangan cepet di- share, dicek dulu di [media] televisi, rilis pemerintah, kalau ragu jangan dibagi. Pengecekannya di level individu,” tandasnya.
Situs stophoax.id sendiri adalah hasil kerjasama Siberkreasi dengan beberapa institusi seperti Dewan Pers, ICT Watch, Kominfo, Kepolisian, dan beberapa instansi terkait lainnya.
Sementara Siberkreasi adalah gerakan nasional untuk menanggulangi penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoaks, cyberbullying, dan penyebaran radikalisme secara online.
Where it circulated
CNN Indonesia
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] PERKELAHIAN DEBT COLLECTOR VS WARGA DI WIYUNG SURABAYA
Video kekerasan yang dilengkapi keterangan saling bacok antara warga dan debt collector bukan kejadian di Surabaya. Yang benar, video itu merupakan rekaman pengeroyokan di Sukabumi.
[SALAH] Risma Sujud ke IDI Karena Warga Surabaya Tidak Diterima Di RSUD Dr Soetomo
Hasil Periksa Fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP Jakarta). Bukan karena tidak diterima di RSUD Dr Soetomo. Dirut RSUD dr Soetomo membantah pihaknya menolak merawat warga Surbaya yang terinfeksi COVID-19.
[SALAH] Petik Buah Rambutan Gratis di Kandang Harimau Kebun Binatang Surabaya
Kepala Humas PDTS KBS, Wini Hustiani menyatakan kabar petik buah rambutan gratis di kandang harimau, Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang beredar di media sosial, tidak benar adanya. “Kabar tersebut hoaks, karena di kandang harimau KBS hanya ada pohon mangga.