[BENAR] BMKG Tidak Bunyikan Sirine Peringatan Dini Tsunami di Banten
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tiar Prasetya menegaskan pihaknya tidak menghidupkan sirine peringatan dini tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten menyusul adanya informasi terjadinya kepanikan masyarakat akibat bunyi sirine. “Terkait bunyi sirine tadi pagi sirine BMKG tidak dinyalakan. Jadi harus dipastikan dulu apakah itu sirine BMKG,” ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi terkait isu kenaikan air laut di Banten hingga mengaktifkan sirine peringatan dini dan menimbulkan kepanikan masyarakat. Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tiar Prasetya menegaskan, pihaknya tidak menghidupkan sirine peringatan dini tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten menyusul adanya informasi terjadinya kepanikan masyarakat akibat bunyi sirine.
“Terkait bunyi sirine tadi pagi sirine BMKG tidak dinyalakan. Jadi harus dipastikan dulu apakah itu sirine BMKG,” ujarnya.
Tiar menjelaskan, sirine BMKG bisa didengar hingga jarak dua kilometer dengan suara yang statis. Adapun, untuk mengaktifkan sirine BMKG tidak cukup hanya dengan menekan tombol tapi dapat diaktifkan dengan remote dan jika diaktifkan secara manual ada beberapa tahap yang harus di lakukan.
Dari pantauan tide gauge atau alat pengukur perubahan level air, Tiar mengatakan, BMKG tidak mendeteksi kenaikan gelombang. “Memang saat ini di Selat Sunda dan terjadi kenaikan gelombang mungkin karena traumatis peristiwa semalam maka kenaikan gelombang yang biasa pun bisa dikaitkan dengan tsunami susulan,” katanya.
Senada dengan Tiar, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, pihaknya tidak membunyikan sirine. “Yang pasti dari kami di BMKG tidak adanya mendetek di sensor dekat di sekitar Selat Sunda, sensor di Cigeulis, dan juga tide gauge tidak ada perubahan air laut yang signifikan. Namun masyarakat di sekitar Banten pada panik, pada berlarian, bahkan isunya ada sirine berbunyi,” ujar Rahmat.
Rahmat juga menegaskan, sampai saat ini (23/12) BMKG juga belum mendeteksi kemungkinan terjadinya tsunami susulan. “Hingga saat ini tategate dan sensor masih normal. Kalau (nanti) ada peningkatan pasti akan kami kabarkan,” ungkapnya.
Rahmat mengaku, ia juga khawatir ada pihak tidak bertanggungjawab yang memang sengaja menyebarkan berita hoaks untuk menambah kepanikan masyarakat. “Saya hanya khawatir situasi ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk memancing situasi yang menambah panik ya, untuk mengambil keuntungan di balik situasi yang panik ini,” pungkasnya.
Sources and references
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Tsunami Susulan di Cilegon, Serang, dan Bandar Lampung
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Berita hoaks setelah kejadian tsunami di perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) masih saja ditemukan.
[KLARIFIKASI] ] BMKG Papua Mengklarifikasi Isu Akan Terjadi Tsunami di Papua
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura, Papua mengklarifikasi tentang isu tsunami yang menyebar di masyarakat pada Minggu (6/1) dini hari.
[HOAKS] Tsunami Melanda Tapanuli Tengah
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Kabar bohong mengenai tsunami atau gempa masih saja terjadi, setelah bencana itu melanda Indonesia.
[salah] bmkg prediksi tsunami akan terjang bengkulu
Postingan ini berisi penjelasan terkait informasi yang tersebar melalui pesan berantai WhatsApp, bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan bahwa Bengkulu diprediksi akan terkena bencana tsunami. Namun hal tersebut mendapat bantahan langsung dari pihak terkait.