[BENAR] Klarifikasi UIN Sunan Kalijaga dan UII Terkait Status Dosen TAW, Pelaku Penyebaran Hoaks Anggota MCA
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Pada tanggal 22 Februari 2018, Polisi menangkap salah satu anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang menyebarkan hoaks, yakni TAW. Di berbagai media arus utama, TAW diketahui berprofesi sebagai dosen di dua perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan Universitas Islam Indonesia. Dilansir dari tirto.id dan jpnn.com, UIN Sunan Kalijaga dan UII memberikan klarifikasi bahwa TAW bukanlah dosen tetap di kampus masing-masing. Status TAW di UIN Sunan Kalijaga dan UII hanyalah tenaga perbantukan atau dosen luar biasa.
Pihak Polri kini tengah gencar menangkap para pelaku penyebaran hoaks. Salah satu pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian adalah TAW atau Tara Asih Wijayani, anggota Muslim Cyber Army (MCA).
Di berbagai media arus utama, diketahui bahwa TAW merupakan dosen di dua perguruan tinggi di Yogyakarta, yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan Universitas Islam Indonesia (UII). Terkait statusnya sebagai dosen, dilansir dari tirto.id, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta, Sutrisno, membenarkan bahwa yang bersangkutan pernah menjadi dosen di kampusnya.
Namun, Sutrisno mengatakan, sejak 2016 yang bersangkutan sudah tidak mengajar di UIN Sunan Kalijaga. “Menurut data, dia sudah dua tahun tidak digunakan lagi sebagai dosen luar biasa UIN,” kata Sutrisno kepada tirto.id, Rabu (28/2/2018).
Senada dengan Sutrisno, Kelapa Bagian Kepegawaian UIN, Kenya Budiani, mengatakan bahwa TAW memang pernah mengajar di UIN sebagai dosen luar biasa, bukan dosen tetap. “Tara Arsih itu bukan dosen UIN, jadi dia memang mengajar di Pusat Bahasa, tapi bukan dosen UIN. Dosen itu kan ada dosen pegawai, ada pegawai PNS, ada dosen tetap non-PNS yang diangkat oleh UIN, tapi beliau itu bukan, jadi seperti dosen luar biasa,” kata Kenya di Yogyakarta, Rabu (28/2/2018).
Sedangkan di UII, dilansir dari jpnn.com, Direktur Humas UII Yogyakarta Karina Utami Dewi mengatakan, TAW memang pernah diperbantukan untuk mengajar kuliah umum Bahasa Inggris sejak 2005 lalu, namun sesekali TAW juga vakum. Baru pada tahun 2014, Karina menambahkan, TAW kembali mengajar di UII. “Tapi bukan dosen tetap. Yang bersangkutan sepertinya juga mengajar di berbagai tempat,” kata Karina.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] “jokowi pewaris indonesia krn beliau cucu sunan kali jaga”
Tangkapan layar yang digunakan post SUMBER adalah hasil suntingan, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[SALAH] “Dukung UAS Jadi Ketum PBNU”
Tanpa sumber informasi yang kredibel, menambahkan klaim “Dosen UIN Sunan Gunung Djati” dan “Sebagian Kalangan NU” di narasi tidak menjadikan informasi tersebut valid. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[BENAR] Klarifikasi Kemenag Terkait Kabar Pemecatan Dosen Hayati
Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama mengklarifikasi pemberhentian dosen bercadar, Hayati Syafri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
[BENAR] Klarifikasi dari Rektor UIN Suska Riau terkait Surat Pemecatan Ustaz Abdul Somad sebagai Dosen
“Tidak benar itu. Mana ada surat pemecatan. Ustaz Somad masih dosen UIN,” tegas Rektor UIN Suksa Riau Prof Akhmad Mujahidin, Selasa (7/5/2019).