Broadcast Badan Siber Rekam Telepon-Pantau WA, Kominfo: Hoax!
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar pesan berantai yang berisi kabar terbaru tentang Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN). Isi pesan itu menyebutkan bila BSSN akan mencatat seluruh panggilan telepon serta pemantauan semua media sosial.
Kabar itu beredar di grup-grup WhatsApp (WA) beberapa hari terakhir. Ada peringatan agar tidak sembarang mengirimkan pesan yang tidak perlu.
Namun kabar itu ditepis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui akun resmi Instagram @kemenkominfo seperti dikutip, Jumat (5/1/2018). Isi pesan itu dipastikan hoax.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Semua Aktifitas HP Terpantau BSSN
Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga Informasi tersebut palsu. Faktanya, pemerintah melalui Kominfo pada tahun 2018 sudah menyatakan tidak melakukan pantauan terhadap aktivitas telepon dan media sosial milik masyarakat.
[HOAX] “Mulai Besok dan Seterusnya Ada Peraturan Komunikasi Baru”
“Hoax yang sudah pernah beredar dan terbongkar sebelumnya, untuk versi yang ini bedanya dengan yang sebelumnya adalah ditambahi “Setelah dilantiknya Badan Siber & Sandi Nasional (BSSN), 02 Januari 2018, oleh Bpk Jokowi, Presiden NKRI ……”.”
[KLARIFIKASI] “Stiker Call Center di Mesin ATM Bisa Rekam PIN untuk Kuras Saldo Tabungan”
Hoax lama yang diulang-ulang dan sudah terklarifikasi sejak tahun lalu: “detikcom mengkonfirmasi kebenaran informasi ini ke Bank Indonesia (BI) sebab dalam pesan itu disebutkan sumber informasi berasal dari pejabat BI Jakarta.
[SALAH] "Sinyal Internet Untuk Di Berhentikan Di Seluruh Indonesia"
Pesan berantai yang menyebutkan sinyal internet diberhentikan di seluruh Indonesia merupakan informasi palsu. Sebab, narasi semacam itu sudah beberapa kali muncul tiga kali pada bulan September 2017, Januari 2018, dan April 2019.