[Fakta atau Hoax] Benarkah Impor Beras di Era Jokowi Meningkat?
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Website islampos.com menurunkan artikel berjudul “Jokowi Sebut Impor Beras Turun, Faktanya Naik 2,5 Kali Lipat” pada 20 Februari 2019
Menurut data Facebook, artikel itu telah dibagikan 1,7 ribu kali hingga 22 Februari 2019. Artikel itu berisi pernyataan Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin.
Pada bagian awal pernyataannya, dia menyebut angka impor beras memang turun sejak 2014. Namun, menurut Bustanul, impor beras Indonesia sejak 2015 hingga 2018 ternyata melonjak 160 persen atau lebih dari 2,5 kali lipat. Islampos menyebutkan bahwa artikel itu bersumber dari TEMPO.
Benarkah TEMPO pernah menerbitkan artikel itu? Dan benarkah impor beras meningkat 2,5 kali lipat sejak 2015?
Ilustrasi klaim di media sosial soal impor beras.
Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa benar ada berita yang berasal dari TEMPO berjudul “ Impor Beras Naik 2,5 Kali Lipat, Jokowi Justru Bilang Turun ” yang terbit pada 19 Februari 2019.
Meski judul berita itu diubah situs islampos.com menjadi “Jokowi Sebut Impor Beras Turun, Faktanya Naik 2,5 Kali Lipat”, isi beritanya sama dengan yang diterbitkan oleh TEMPO.
Mengenai isu impor beras sendiri, berdasarkan laman Badan Pusat Statistik, Indonesia mengimpor beras sejak tahun 2000. Impor tersebut berasal dari sedikitnya 9 negara yakni Vietnam, Thailand, Tiongkok, India, Pakistan, Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, Myanmar dan lainnya.
Data BPS menunjukkan jumlah impor beras tahun 2015 sebanyak 861,6 ribu ton senilai US$ 351,60 juta, tahun 2016 sebesar 1,28 juta ton senilai US$ 531,84 juta dan 2017 sebesar 305,3 ribu ton senilai US$ 143,64 juta.
Sedangkan data impor 2018 yakni sebesar 2,25 juta ton dengan nilai US$ 1,03 miliar. Angka impor 2018 itu adalah yang terbesar kedua setelah 2011 dibandingkan periode sebelumnya sejak tahun 2000.
Dengan demikian total impor beras sejak 2015-2018 sebesar 4,7 juta ton. Sedangkan impor 2014 gabungan di era Susilo Bambang Yudhoyono dan di awal pemerintahan Jokowi mencapai 844.163,7 ton.
Jika dibandingkan dengan jumlah impor 2010-2013, maka impor 2015-2018 di era Jokowi sebenarnya lebih kecil. Sebab total impor tahun 2010-2013 mencapai 5,7 ton.
Rinciannya: impor 2010 sebanyak 687.581,5 ton, tahun 2011 sebanyak 2.750.476,2 ton, tahun 2012 sebesar 1.810.372,3 ton dan pada 2013 sebanyak 472.664,7 ton.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →Jokowi Sebut Impor Beras Indonesia Sejak 2014 Turun, Benarkah?
Hasil penelusuran menemukan antara lain data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Salah satu data terbaru terkait itu yang bisa ditemukan di situs BPS, memuat tabel impor beras di rentang tahun 2000-2017.
[Fakta atau Hoax] Benarkah Menteri Jokowi Berseberangan soal Impor Beras?
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengatakan, kabinet Jokowi saling berseberangan soal persedian stok beras. Menurut Prabowo, seorang menteri menyatakan bahwa stok beras Indonesia cukup.
[SALAH] "GURU Mau DIIMPOR Juga"
Jika berhenti hanya di judul yang belakangan direvisi, memang akan menimbulkan salah pengertian. Selain itu sudah diklarifikasi oleh Mendikbud bahwa mendatangkan guru dari luar adalah untuk melatih guru lokal, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Jokowi: 4 Tahun Ini Impor Jagung Turun Hingga 3,3 Juta Ton
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementerian Pertanian, produksi jagung dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49 persen per tahun.