[HOAKS] Makan seafood dan Jeruk bersamaan menyebabkan kematian
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Mengonsumsi udang dan vitamin C dalam waktu berdekatan dapat menimbulkan kematian akibat dari terbentuknya zat kimia arsenic trioxide merupakan berita yang tersebar di dunia maya pada bulan Mei tahun 2001 yang memang menjadi banyak pertanyaan terutama mengenai kebenaran dari berita tersebut.
Faktanya, dilansir dari www.klikdokter.com dokter menjelaskan bahwa Keracunan akibat mengkonsumsi udang dan vitamin C dalam waktu berdekatan tidaklah dibenarkan secara medis. Arsenik merupakan bahan kimia yang terdapat secara alami dari hasil sampingan berbagai aktivitas manusia. Udang dan vitamin C sendiri tidak memiliki proses kimiawi yang jelas. Penelitian mengenai kasus ini pun belum ada yang resmi. Secara kimiawi, tidak mungkin udang dan vitamin C memiliki reaksi demikian.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat
Hasil Periksa Fakta Helmi Fadillah Dwi Putra (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP) Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Daeng M Faqih menyatakan bahwa hal tersebut belum terbukti benar dan belum ada penelitian ilmiahnya.
[SALAH] Beberapa Negara Membuang Jenazah Pasien Covid-19 ke Laut
Bukan membuang jenazah pasien covid-19 ke laut. Video tersebut merupakan peristiwa tahun 2014 dimana tubuh para pekerja migran ditemukan terdampar ke pantai setelah kecelakaan kapal di dekat pantai Libya.
[SALAH] Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis dan Garam dapat Menyembuhkan Covid-19
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro) Hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt.
[SALAH] Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, dan Garam Obat Covid-19
Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengatakan informasi mengenai air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam sebagai obat Covid-19 belum terbukti secara klinis.