(HOAX): Foto-foto Perbudakan di Papua Barat
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar foto-foto yang menyebutkan adanya perbudakan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap para masyarakat di papua barat. info hoax tersebut beredar di akun media sosial Facebeook.
Di dalam artikel itu menyebutkan bahwa masyarakat Papua barat adalah Masyarakat kelas dua di Negaranya sendiri, Indonesia. banyak dari pernyataan yang tidak jelas bersumber dari mana atau bahkan sebatas opini.
Faktanya, Foto-foto tersebut merupakan aksi pengamanan dan pembubaran Kongres Rakyat Papua yang berlangusng di Abepura, Papua, Rabu (19/10). Polisi juga menangkap 300 orang peserta kongres karena dinilai melakukan upaya makar.
Pembubaran paksa oleh aparat gabungan tersebut setelah KRP III itu menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam bentuk deklarasi negara baru yaitu Federasi Papua Barat, bahkan telah menyusun pemerintahan dengan menunjuk Forkorus Yaboisembut,S.Pd sebagai Presiden dan Edison Waromy, SH sebagai Perdana Menteri.
Sebelum dibubarkan, pelaksanaan KRP III berlangsung aman dan tertib. Dalam pelaksanaan tersebut terjadi proses negosiasi pemilihan presiden dan perdana menteri. Setelah kesepakatan disetujui, maka sejumlah pernyataan sikap lewat deklarasi akhirnya diumumkan dan menyatakan Forkorus Yaboisembut, S.Pd sebagai Presiden dan Edison Waromy, SH sebagai Perdana Menteri.
Ditegaskan Kapolres, dibubarkannya KRP III karena mereka telah menghianati kesepakatan untuk tidak mengibarkan bendera Bintang Kejora dan membacakan hasil deklarasi KRP III. “Kami sudah menyampaikan kepada panitia KRP III ada dua hal yang dilarang, tapi mereka malah melanggar kesepakatan.
Selain itu, mereka ini adalah hanya sekelompok kecil, sehingga dilakukan pembubaran ditambah penangkapan sejumlah orang,” tegasnya.
Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya tidak terprovokasi, dan supaya tidak mudah dibohongi. Bahkan Kapolres mengajak supaya masyarakat belajar dari orang yang mengetahui sejarah.
“Misalnya pendiri OPM pertama kali saat ini sudah menjadi warga negara Indonesia dan mereka mengatakan bahwa mereka telah merasakan perbedaan pembangunan,” katanya.
Where it circulated
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAX] FINALIS INDONESIA IDOL “NOWELA AUPARAY” SIAP MAJU DRP RI DAPIL PAPUA BARAT
Sebuah media memberitakan jika salah satu mantan Finalis Indonesian Idol, Nowela Auparay akan segera mencalonkan diri sebagai calon legislatif di DPR RI daerah pemilihan Provinsi Papua Barat.
[SALAH] Surat Gubernur Papua Barat Meminta Bantuan Dana Pengamanan Pelaksanaan Pilkada Papua Barat 2020
Hasil Periksa Fakta Muhammad Padhliansyah (Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin) Surat Palsu. Faktanya, Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan melalui Karo Hukumnya Roberth Hamar menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat yang…
[SALAH] Akun Facebook Pribadi Kapolda Papua Barat Tornagogo Sihombing
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta). Akun Facebook yang mengatasnamakan Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing adalah tidak benar. Faktanya, beliau tidak memiliki akun facebook.
[HOAX] Petisi Rahasia yang Menuntut Referendum Kemerdekaan Baru untuk Papua Barat Telah Dipresentasikan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa
Dalam keterangan tertulisnya pada siaran pers, Ketua Kolonisasi PBB di New York, Rafel Ramirez yang mewakili PBB langsung menginformasi bahwa tak pernah menyerahkan dokumen petisi kemerdekaan Papua Barat.