[SALAH] "Sudah Mau Dimulai Lockdown per Wilayah, Lockdown di Bali Tanggal 25 Maret 2020"
Archived here with a link to the original.
Bukan terkait Virus Corona atau Covid-19. Penutupan seluruh bandara dan semua aktivitas masyarakat Bali dilakukan karena Hari Raya Nyepi, yang jatuh pada 25 Maret.
What the fact-checkers found
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra ditemui di kantornya Sabtu (14/3/2020) memastikan bahwa informasi tersebut palsu alias hoaks. “Tidak ada itu. Pemprov Bali belum memutuskan seperti itu. Baru kemarin Satgas Penanggulangan Covid-19 rapat untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil terkait penanganan dan pencegahan Virus Corona ini," ujar Dewa Indra.
Dewa Indra tidak menampik pada tanggal 25 Maret 2020 akan ada penutupan bandara dan semua aktivitas masyarakat Bali. “Itu kan dalam kaitannya dengan hari raya Nyepi. Seharian masyarakat Bali tidak melaksanakan aktivitas. Penerbangan tutup, toko tutup, masyarakat pun tidak bepergian dan bekerja. Siaran televisi, radio sampai internet pun tidak aktif," tegas Dewa Indra.
Ia mengingatkan agar masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan serta berusaha mencari informasi dari sumber yang bisa dipercaya. Menurut Dewa Indra, bisa jadi isu itu berkembang awalnya hanya bercanda antar-teman di grup Whatsapp. Masyarakat Bali yang beragama Hindu tentu bisa menangkap maksud pesan tersebut yang merujuk pada hari raya Nyepi.
Hanya saja, informasi tersebut akan dimaknai berbeda oleh mereka yang tak paham dengan pesan terselubung tersebut. Terlebih jika dikaitkan dengan situasi saat ini di tengah merebaknya Virus Corona. “Sebaiknya hal-hal seperti ini jangan dimanfaatkan sebagai bahan bercanda. Bisa membuat masyarakat jadi tambah panik di tengah persoalan merebaknya Virus Corona," kata Dewa Indra mengingatkan.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, menilai pesan tersebut merupakan sebuah candaan. Dia mengatakan pada tanggal itu penutupan seluruh pertokoan di Bali dilakukan karena Hari Raya Nyepi, yang jatuh pada 25 Maret. “Kemudian dari tadi saya menerima berita Bali lockdown, saya pikir serius, ternyata Hari Nyepi itu," kata Yuri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Yuri mengaku sempat juga menganggap serius pesan tersebut.
Lalu, dia mencari informasi perihal pesan Bali lockdown tersebut. Ternyata tidak adanya kegiatan di Bali pada tanggal itu bukanlah karena penyebaran virus Corona. “Sudah terlalu tegangan tinggi, begitu saya cek, biar saya pusing sendiri, ternyata Nyepi, jadi diharapkan jangan ada yang ke sana di tanggal itu karena nggak ada yang ke situ. Bukan lockdown, tapi Nyepi, pusing juga," pungkas dia.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Bali Lockdown Akibat Virus Corona pada Tanggal 25 Maret 2020
[SALAH] Foto Berisi Poin-Poin Aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Denpasar
Hasil Periksa Fakta Auliyaa Muhammad Hesa (Anggota Komisariat MAFINDO UI & FC UI) Unggahan foto mengenai poin-poin aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PKM Kota Denpasar bukan dikeluarkan oleh Polresta Denpasar. “Tidak benar itu.
[SALAH] Jawa-Bali Lockdown pada Tanggal 11-25 Januari 2021
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartanto, menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan bukan…
[SALAH] Mulai Senin 30 Maret Kota Makassar Lockdown Lokal untuk Mencegah Penyebaran COVID-19
Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila) Beredar gambar melalui aplikasi pesan WhatsApp, yang berisikan informasi bahwa Kota Makassar akan melakukan lockdown lokal pada tanggal 30 Maret 2020, namun faktanya…