Penjelasan BPOM RI tentang Isu Keamanan Pangan Produk Rekayasa Genetik
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Prinsip bioteknologi sendiri telah digunakan sejak lama oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya.Contoh pemanfaatan bioteknologi tradisional adalah persilangan tanaman secara konvensional, pembuatantempe, cuka, kecap dan roti.
Pangan Produk Rekayasa Genetik mencakup pangan olahan yang diproduksi, bahan baku pangan, bahantambahan pangan, dan/atau bahan lain yang dihasilkan dari proses rekayasa genetik. Namun pemanfaatanpangan PRG mengundang kekhawatiran bahwa pangan tersebut mungkin dapat menimbulkan risikoterhadap kesehatan manusia antara lain alergi, adanya transfer gen, dan menimbulkan penyakit (kanker,AIDS dan flu). Oleh karenanya, kemungkinan timbulnya risiko perlu diminimalkan melalui pengkajianyang dilakukan dengan pendekatan kehati – hatian ( precautionary approach).
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →Penjelasan BPOM RI tentang Produk Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Pemanis Buatan
Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai media sosial mengenai ketidakamanan beberapa produk pangan yang mengandung pemanis buatan.
Penjelasan BPOM RI tentang Produk Pangan yang Mengandung THC (Ganja)
–
Penjelasan BPOM RI tentang Produk Pangan yang Mengandung Darah dan Virus HIV
KLARIFIKASI BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERITAAN PRODUK PANGAN YANG TIDAK AMAN DIKONSUMSI KARENA MENGANDUNG DARAH DAN VIRUS HIV Sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai media sosial mengenai produk makanan kaleng…
[SALAH] “Berita Mengerikan Akhirnya Dibuka Untuk Publik”
Disinformasi lama yang diedarkan lagi, “Anggota Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (TTKHPRG) bidang Keamanan Pangan, Prof. M. Herman, mengatakan produk rekayasa genetik aman untuk dikonsumi.”. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.